Situasi Sosial Dua Komunitas Desa di Sulawesi Selatan

Oleh : Mochtar Buchori dan Wiladi Budiharga

Subbab 1-5    :  Komunitas Maricaya Selatan terdiri dari lima golongan masyarakat yang menempati tiga lapisan pokok, yaitu golongan pejabat dan kelompok professional dilapisan atas; golongan alim ulama, golongan pegawai dan golongan pedagang dilapisan menengah; golongan buruh dilapisan bawah. Masyarakat ini bersifat heterogen dan cukup berlapis-lapis ditandai adanya usaha-usaha awal untuk menembus dinding-dinding antar lapisan dan antar golongan. Dilihat dari segi ekonomi dalam masyarakat Maricaya Selatan tedapat tiga lapisan masyarakat, yaitu lapisan ekonomi mampu, terdiri atas para pejabat, para dokter, para insinyur dan kelompok professional lainnya; lapisan ekonomi menengah terdiri dari alim ulama, pegawai, kelompok kewirausaha; lapisan ekonomi miskin yang terdiri dari para buruh tani, buruh bangunan, buruh pabrik dll. Diagram perkiraan stratifikasi menurut status ekonomi dan sosial menunjukkan 60% merupakan alim ulama, pegawai, pedagang dan juga merupakan lapisan menengah. Kontak sosial antara golongan pada lapisan menengah dengan golongan-golongan masyarakat pada lapisan atas dan bawah sukar timbul secara spontan.

Subbab 6-8    : Latar belakang pendidikan juga mempengaruhi golongan di masyarakat ini. Golongan ekonomi mampu tampaknya secara keseluruhan mendapatkan pendidikan perguruan tinggi. Kesempatan pendidikan bagi anak-anak di masyarakat ini secara cukup luas terdiri dari tingkat TK sampai perguruan tinggi. Dalam kelompok usia sekolah 93% mengikuti pendidikan SD. 7% tidak sekolah, 6% putus sekolah, 1% yang belum pernah sekolah.

Subbab 9-13  : Media cetak yang beredar dalam masyarakat ini terdiri dari koran dan majalah yang digemari dan terbeli oleh keluarga dari kalangan atas. Minat pembaca di kalangan anggota masyarakat golongan menengah  tampaknya cukup besar ditandai dengan turut bacanya mereka dengan meminjam kepada yang mampu membeli. Namun, pada keluarga golongan atas, perpustakaan pribadi lebih dipergunakan sebagai simbolis bahwa mereka adalah kaum terpelajar.Selain itu, di lapisan menengah terdapat dua golongan penduduk yang berbeda tingkat kekayaannya.

Subbab 14      : Mayoritas penduduk Maricaya Selatan beragama islam. Kelompok lain adalah beragama protestan dan sisanya adalah beragama katolik, hindu dan budha. Bentuk-bentuk kegiatan agama masyarakat ini ialah pendidikan keagamaan untuk para ibu, remaja dan anak-anak.

Subbab 15-18  : Dalam masyarakat Polewali dikenal tiga lapisan juga, Ulama, Pemangku Adat dan Pejabat disebut lapisan atas, pedagang sebagi lapisan menengah sedangkan Buruh sebagi lapisan bawah. Kebanyakan lapisan atas ini dipenuhi oleh masyarakat Bugis. Pemangku adat dan alim ulama dan Pejabat, termasuk golongan atas sebanyak 35%, pegawai negri termasuk golongan menengah sedang sebnyak 55%  serta pedagang dan buruh termasuk lapisan bawah atau miskin sebanyak 10%.  Kemudian, orang Bugis memegang pengaruh dan kekuasaan ekonomi sedangkan orang Makasar memegang kekuasaan politik. Namun, mengenai kepemimpinan dalam kehidupan keagamaan, Makasar dan Bugis yang bersama-sama memegangya.

Subbab 19-22  :  Gaya hidup dari setiap kelas berbeda-beda. Pemangku adat dan alim ulama hidup secara lugas, sedangkan pejabat bermewah-mewahan dan anak-anak mereka mengikuti gaya hidup remaja di kota-kota besar. Berbeda dengan kelas menengah yang bergaya hidup sederhana. Secara keseluruhan pendidikan sebagai sarana bagi putra-putri mereka untuk mendapatkan tempat yang terhormat dalam kehidupan mereka kemudian hari. Selain itu, agama merupakan bagian nyata dalam kehidupan masyarakat ini. Namun, ada kalangan yang memandang agama semata-mata secara simbolis yaitu bagi kalangan yang bergaya hidup mewah. Ibadah haji adalah atribut keagamaan yang harus dibeli untuk meningkatkan martabat sosial mereka.

Subbab 23-24  : Masyarakat Poleweli pada dasarnya merupakan masyarakat yang lugas mengisi kehidupan mereka sehari-hari dengan berbagai usaha untuk menghadapi dan menyelesaikan persoalan-persoalan nyata yangt terdapat dalam lingkungan mereka. Pada tahap perkembangan seperti ini Masyarakat Poleweli berada pada tahap Inward looking. Yang tampaknya merupakan perkecualian dalam hal ini ialah golongan pejabat setempat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s