Struktur Interaksi Kelompok Elit dalam Pembangunan Penelitian di Tiga Desa Santri

Oleh : Sunyoto Usman

Ikhtisar Bacaan

Subbab 1-2 : Istilah elit yang sering terkesan buruk sebenarnya dalam sosiologi didefinisikan sebagai anggota suatu kelompok kecil atau minoritas superior dalam masyarakat yang tergolong disegani, dihormati, kaya serta berkuasa dan posisi berada di puncak strata.Lain lagi dengan mayoritas inferior atau disebut massa yang posisi berada di bawah dan tidak mampu mengendalikan perekonomian dan politik.

Subbab 3    :  Dua pendapat mengenai lahirnya kelompok elit yaitu berasal dari proses alami yang dipilih oleh Tuhan untuk memiliki kemampuan lebih dan pendapat lainnya yaitu lahir akibat dari kompleksitas organisasi sosial.

Subbab 4    : Jumlah anggota kelompok elit tidak terlalu banyak di pedesaan. Mereka diantaranya yang berjabatan formal, guru, petani kaya, para pegawai negeri, dan juga informal leaders.

Subbab 5    :  Dalam studi-studi diungkapkan bahwa kelompok elit sangat potensial sebagai agen perubahan.Namun,sampai saat ini studi lebih menekankan pada elit-elit institusional dan sebenarnya dapat ditemukan diluar garis birokrasi seperti garis keturunan.

Ruang Lingkup

Subbab 6   : Tokoh agama di kalangan masyarakat desa santri juga terlihat mapan dalam berpolitik sehingga menjadikan mereka suatu kelas intelektual tersendiri yang mandiri dan bijaksana dalam pengambilan keputusan.

Subbab 7   : Anggota masyarakat masih diharapkan untuk ikut andil dan aktif dalam perencanaan organisasi sosial dan menunjang implementasi pembangunan.

Subbab 8  : Dalam penelitian, peran kelompok elit-lah yang terlibat inisiatif dalam pengambilan keputusan namun tidak seluruh kelompok elit yang berpengaruh besar.

Subbab 9-10 : Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui posisi masing-masing kelompok elit dalam jaringan interaksinya. Namun terdapat kendala karena proyek pembangunan di pedesaan berkesinambungan dari proyek sebelumnya, memakan waktu lama, dan tak semua proyek itu dilibatkan oleh kelompok elit.

Subbab 11   : Pembatasan analisa penelitian ini pada tiga macam proyek pembangunan yaitu Supra Insus Padi, Tebu Rakyat Intensifikasi (TRI) dan Bantuan Desa. Selain itu, institusi yang dilibatkan adalah Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) dan Lembaga Musyawarah Desa) LMD.

Subbab 12 : Dalam hal pembatasan lingkup analisa, aspek integrasi saja yang dilihat untuk mencegah kompleksitas penyajian. Aspek menunjuk kepada para elit desa yang tak selalu dalam satu pandangan dan banyak dijumpai kendala dalam memelihara integrasi.

Pendekatan

Subba 13-16 :Terdapat tiga macam pendekatan dalam penelitian yang diselenggrakan di tiga desa santri dalam wilayah Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Dengan menggabungkan ketiga pendekatan, bisa diperoleh responden utama yaitu 37 pamong desa, 18 pemuka agama dan 24 petani kaya.

Dua alasan tiga desa santri tersebut dipilih sebagai lokasi penelitian adalah banyaknya pengikut thoqirot dan anggota masyarakatnya yang berdaya dukung yang kuat terhadap ketahanan organisasi soisal politik Islam.

Subbab 17   : Penelitian struktur interaksi kelompok elit ini digunakan analisa jaringan.Oleh karena itu, dasar hubungan sosial yang berbeda akan menciptakan jaringan yang berbeda pula.Bentuk interaksi yang dilakukan oleh hubungan antar aktor membawa ciri-ciri kepribadian sendiri sehingga akan mempengaruhi struktur interaksi yang diciptakan.

Subbab 18   : Perhitungan data di penelitian ini menggunakan program komputer yang dirancang Robert Kylberg. Program ini dapat mengukur derajat integrasi hubungan personal antar elit.Pada kelompok elit dalam jaringan, terdapat 3 macam yaitu the liaison, the bridge,dan the ember.

Beberapa Informasi

Dari hasil wawancara terhadap responden diperolehlah beberapa informasi penting diantaranya hamper semua anggota elit saling berinteraksi membentuk suatu jaringan sosiometris yang berarti hampir setiap elit memiliki jalur koneksi dengan elit lain meskipun panjangnya berbeda-beda,derajat itegrasi elit pada jaringan interaksinya cukup bervariasi dari .33 sampai 1.00, anggota hamper semua klik beragam dan hamper tidak terdapat pengelompokan, dan peranan elit dalam jaringan bervariasi.

Catatan Akhir

Saatnya mengupayakan mekanisme bagaimana agar semua elit desa bahu membahu dan menjalin hubungan yang lebih intim dalam kegiatan pembangunan dan peninjauan kembali  kelompok elit pemuka agama dalam berpolitik yang terkesampingkan mengingat keterlibatannya yang sangat dibutuhkan dalam upaya memacu masyarakat desa yang mandiri.

Analisis

Asosiatif :

  1. Kerjasama : Hubungan antara kelompok elit pamong desa dengan kawan-kawan interaksinya pada proyek pembangunan desa; Informal leader yang pendapat dan petunjuknya banyak didengar oleh masyarakat.
  2. Akomodasi : Mengupayakan agar para kelompok-kelompok elit menjalin hubungan kerjasama; Proyek TRI dimaksudkan sebagai upaya menghindari ekses sistem persewaan tanah yang terjadi  antara petani dan pabrik gula.
  3. Asimilasi :  Pendatang dan penduduk setempat yang mempunyai budaya berbeda, tapi dapat hidup berdampingan; Kelompok elit pamong desa dan petani kaya mempunyai peranan dalam jaringan lebih banyak.

Disosiatif :

  1. Persaingan : Kelompok elit pamong desa (yang menempati jabatan formal) ternyata memiliki angka tinggi baik dalam koneksi maupun integrasi. Sementara itu, nilai yang dimiliki oleh kelompok elit pemuka agama rata-rata rendah
  2. Kontravensi : Peranan kelomok elit di Negara berkembang masih menekankan perhatiannya pada elit-elit institusional, padahal dalam masyarakat masih ditemukan tipologi elit lainnya yang berada diluar garis birokrasi.
  3. Konflik : Kesempatan kelompok elit pemuka agama yang penelitiannya diselenggarakan di desa-desa santri hanya sempit dan terbatas, sehingga pemuka agama di desa-desa itu mulai terkesampingkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s