Sistem Ekskresi – Hati (Hepar)

struktur hati ..

pembuluh darah masuk

Dalam jaringan hati,
terdapat 2 macam pembuluh
1. Pembuluh darah
2. Pembuluh empedu
Keduanya dipersatukan oleh selaput ikat (selaput glison)
‹Pada bagian luar hati terdapat suatu selaput tipis yang dinamakan selaput hati (capsula hepatis)
‹Di dalam hati terdapat sel yang berfungsi merombak sel darah merah yang telah rusak dan tua yang dinamakan sel histiosit. Sel ini sekitar lebih dari 10 juta sel di dalam hati

Fungsi hati sebagai alat ekskresi

1.Sebagai tempat pembongkaran dan pembentukan protein

2.Menawarkan racun

3.Sebagai tempat pembentukan dan perombakan sel darah merah

4.Mengeluarkan zat empedu (bilirubin dan biliverdin)

Selain itu

Hati juga menghasilkan (sebagai alat sekresi) enzim arginase yang dapat mengubah arginin menjadi ornintin dan urea
Dapat mengikat NH3 dan CO2 yang bersifat racun

Hati memperoleh darah dari 2 pembuluh

1.Aorta hepatis – membawa darah dengan kandungan oksigen dari jantung
2.Vena porta hepatis –Berfungsi membawa darah yang mengandung sari makanan dari usus ke hati
  • Dalam proses perombakannya, Hb dipecah menjadi zat besi Fe, globin dan hemin.
  • Zat besi akan diambil dan disimpan dalam hati, yang selanjutnya dikembalikan ke sumsum tulang sehingga terbentuk eritrosit baru.
  • Globin akan dibentuk menjadi Hb baru.
  • Sementara hemin dipecah menjadi bilirubin dan biliverdin yang berwarna hijau biru.
  • Zat warna empedu dikeluarkan ke usus 12 jari dan dioksidasi menjadi urobilin dan sterkobilin yang berwarna kuning kecoklatan. heheh😀 Warna ini akan memberikan warna khas tersendiri pada feses dan urine yang kita keluarkan setiap harinya

Penyakit-Penyakit

Hepatitis (radang hati) merupakan peradangan pada hati,
Dapat disebabkan karena minum alkohol berlebihan dan penyalahgunaan obat2an atau terlalu banyak dosis. Bisa juga terinfeksi oleh virus hepatitis yang dapat menyebabkan komplikasi pada organ hati
Virus hepatitis A dan E tidak menyebabkan hepatitis kronis
Sakit kuning (Jaundice) merupakan gejala awal pada gangguan fungsi liver (hati)
Dapat disebabkan oleh
1.penyumbatan saluran empedu
2.obat-obatan yang mengganggu fungsi hati
3.Adanya gangguan metabolisme bilirubin (substansi yang diproduksi pecahan sel darah merah)
Hemochromatosis merupakan kelainan metabolisme besi yang ditandai dengan adanya pengendapan besi secara berlebihan di dalam jaringan
Penyakit ini bersifat genetik atau keturunan
Kolestasis (Cholestatic Liver) merupakan keadaan akibat kegagalan memproduksi dan atau pengeluaran empedu.
Lamanya menderita kolestasis dapat menyebabkan
1.gagalnya penyerapan lemak dan vitamin A, D, E, K oleh usus
2.Adanya penumpukan asam empedu, bilirubin, dan kolesterol di hati
Perlemakan hati (Fatty Liver) terjadi bila penimbunan lemak melebihi 5% dari berat hati atau mengenai lebih dari separuh jaringan sel hati
*Penyakit ini sering berpotensi menjadi penyebab kerusakan hati dan sirosis hati.
*Kelainan ini dapat timbul karena
1)mengkonsumsi alkohol berlebih yg disebut ASH (Alcoholic Steatohepatitis),
2)maupun bukan karena alkohol disebut NASH (Nonalcoholiv Steatohepatitis).
Kanker hati (cancer liver)  terjadi apabila sel kanker berkembang pada jaringan hati.
◊Kanker hati yang banyak terjadi adalah Hepatocellular carcinoma (HCC).
◊HCC merupakan komplikasi akhir yang serius dari hepatitis kronis, terutama sirosis yang terjadi karena virus hepatitis B, C dan hemochromatosis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s