Ompu Monang Napitupulu Ingin Sederhanakan Budaya Batak

Oleh : Arbain Rambey

Ikhtisar Bacaan

Subbab 1-3 :Iklan yang mengajak masyarakat Batak Toba untuk mengusir perusahaan yang merusak lingkungan Bona Pasogit yaitu sekitar Danau Toba, Sumatera Utara sedang membombardir pembaca surat kabar di Medan dalam seminggu terakhir. Iklan tersebut dipasang oleh organisasi kesukuan yang didirikan pada Agustus 1997 dan bernama Porbato atau Pertungkoan Batak Toba

Subbab 4-7 :Ketua Parbato, Ompu Monang Napitupulu memaparkan pentingnya tiap etnis di Indonesia dan perbaikan dengan menggunakan pendekatan individu dan penggalangan solidaritas kecil yang akan berkembang menjadi solidaritas besar. Namun dengan penilaian Parbato tersebut, gerakan organisasi tersebut dianggap merupakan langkah mundur di tengah arus globalisasi.

Subbab 8-9 :Sub-etnis Batak antara lain adalah Batak Angkola, Batak Mandailing, Batak Simalungun, Batak Pakpak, (atau Dairi) dan Batak Karo. Stereotipe Batak Toba adalah stereotip umum.Jika membahas orang batak, mereka ceplas-ceplos, berwatak keras,senang sekali menyanyi, dan berwajah khas dengan dagu persegi.

Subbab 10   :Watak keras tampak begitu jelas pada Ompu Monang saat ia berbicara menyangkut kelestarian lingkungan. Namun di balik itu semua, dia memiliki kehangatan khas Batak.

Subbab 11   :Daniel Napitulu adalah nama asli Ompu Monang. Monang sebenarnya adalah nama cucu pertamanya dan Ompu itu berarti kakek, sehingga itu dapat diartikan menjadi kakeknya Monang Napitupulu. Hal ini adalah cara khas Batak Toba ketika bercucu.Menurutnya, kehadiran cucu adalah sebuah berkah dan rahmat yang luar biasa.

Subbab 12-13 :Selain itu, kehangatan budaya Batak Toba dapat dilihat dengan hubungan kekerabatan yang sangat dekat seperti saat upacara perkawinan dan juga rasa persaudaraan dalam mendidik dan merawat anak sehingga tidak ada anak terlantar karena orang tua ataupun saudara lainnya.

Subbab 14 :Ompu Monang mengatakan bahwa sisi positif dari budaya Batak Toba diantaranya hampir tidak ada orang Batak Toba yang tidak buta huruf, tanggung jawab bersama akan masalah pendidikan dan banyaknya jumlah dokter dari sub-etnis ini di Indonesia.

Subbab 15-17  :Sisi negatif dari budaya ini adalah pemborosan waktu seperti halnya mengulur waktu bahkan 5 jam atau lebih pada saat pesta perkawinan  sehingga orang bukan kerabat yang hadir akan sangat kesal menunggu sampai selesainya acara keluarga yang sangat bertele-tele apalagi pada acara memberi nasihat dari ratusan orang yang merasa perlu memberi nasihat kepada mempelai.

Subbab 18-21 :Pada budaya Batak Toba terdapat acara pengulosan yang mana sang mempelai menerima ratusan kain ulos. Semakin banyak ulos yang diterima, maka yang memiliki hajat dianggap semakin bergengsi. Dengan ulos dari buatan mesin, ulos dapat dengan mudah didapatkan dibandingkan ulos tenunan tangan.Sehingga tak heran, jika budaya ini juga boros dalam uang karena ulos-ulos ini dijual, lalu dibeli oleh orang lain untuk dijual kembali dan seterusnya.

Subbab 22-24 :Ompu Monang berpendapat bahwa hal-hal seperti pemborosan waktu dan uang yang dilakukan budaya Batak Toba harus diatasi apalagi pembuatan makam yang nilainya sampai ratusan juta rupiah hanya untuk gengsi semata.

Subbab 25   :Hasil seminar yang diselenggarakan Parbato tentang penyelewengan adat Batak Toba masih terbatas pada cetakan hasil seminar saja. Belum ada tindakan nyata dari organisasi ini.

Subbab 26-27  :Keseriusan Ompu Monang terhadap kebuntuan yang terjadi di budayanya terealisasi melalui acara perkawinan anak perempuannya yaitu dengan lebih efisien seperti membatasi undangan yang hanya dihadiri orang tua dan saudara kandung mempelai dan membatasi penerimaan kain ulos namun tidak keluar dari adat Batak Toba.

Subbab 28   :Harapan Ompu Monang terhadap organisasi yang diketuainya sejak 1997 bahwa Parbato harus dapat melakukan tindakan nyata dan tidak hanya berbicara saja karena perbuatan adalah nasihat terbaik.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s